Saturday, February 25, 2017

2. Mutiara Paling Indah.

Dari awal saya merupakan anak dan cucu pertama dikeluarga saya, karena saya dilahirkan pertama kali lebih dulu dari saudara-saudara saya yang lainnya. Oleh karena itu saya sangat dimanja dulunya, sekarang saya tetap diberi perhatian, tapi tidak sepenuhnya oleh mereka.

Saya berpikir tentang apa itu keluarga?? Menurut saya keluarga ialah salah satu penentu kehidupan kita. Baik dalam hal kasih sayang, kebersamaan, dan pelajaran berharga lainnya yang tidak akan pernah terlupakan. Terutama ibu, ibu merupakan malaikat tanpa sayap, ratu dengan seribu mahkotanya, serta satu-satu nya orang yang akan memberikan seluruh hidupnya untuk kita. Tanpa kita sadari ibu lah yang telah memberikan hatinya untuk kita bahkan sebelum kita mengenal kehidupan yang sangat rumit ini. Sebelum kita mendengar bisikan dunia yang bahkan kita sendiri belum mengerti perihal apa yang akan terjadi dibalik semua itu. Kita dilahirkan bukan tanpa sebab, kita adalah tukaran nyawa dari seorang malaikat yang wajahnya tidak pernah redup di manapun ia berada. Satu-satunya alasan, kenapa kita dilahirkan adalah untuk membuat ia merasakan bagaimana ia dicintai selayaknya dia mencintai kita. Ibu saya sangat sabar dalam menghadapi saya, adik saya, maupun bapak saya :D. Ohya satu lagi dari ibu saya yang tidak akan pernah saya lupakan, masakan dari ibu saya sangat enak dan paling mantabb.

Lain halnya dengan bapak saya, bapak saya orangnya sangat tegas, pemberani, pekerja keras, dan menjadikan setiap hal kecil menjadi lebih berharga dan istimewa. Menurut saya, bapak saya itu ibaratkan kesatria tak berkuda, pahlawan yang selalu siaga melindungi, dan raja dari ratu dengan seribu mahkotanya. Bapak saya jarang marahnya, tetapi sekali marah satu ruangan menjadi redup dan terasa tak bercahaya. Itu yang membuatku bisa menjadi lebih dewasa sampai saat ini.

Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetapi memiliki keluarga yang lengkap dan sejahtera adalah salah satu kelebihan yang sempurna menurut saya. Karena keluarga adalah mutiara yang paling indah di dunia ini. Mempunyai ribuan kekurangan, tetapi ditutupi oleh jutaan kelebihan oleh masing-masing anggotanya.

1. Tak Kenal maka Tak Sayang.

Pada 2001, terdapat kejadian dimana 1 kehidupan sudah memegang janji akan membawa senyuman bahagia kepada semua orang dan akan membuat anugerah ini terasa begitu indah. Ada pepatah mengatakan “Tak kenal maka Tak sayang.” Saya akan memperkenalkan diri saya disini. Nama saya Riski Bagus Suharnoto, saya anak dari bapak keturunan jawa dan ibu juga keturunan jawa. Nama bapak saya Bapak Suharnoto dan nama ibu saya Ibu Dewi Santika, saya merupakan anak ke-1 dari 2 bersaudara yang mana anak kedua yaitu adik saya. Nama adik saya Raihan Bambang Suharnoto.

Hobi saya yaitu menonton film dan membaca buku, jadi jangan heran kalau semua judul bab atau isi cerita itu sendiri terdapat kata-kata bijak dari macam-macam orang dan keadaan. Menurut saya kata-kata seperti itu juga dapat mencerminkan keadaan kita sebenarnya, dalam keadaan sedih, terluka, menangis, bahkan senang, tersenyum dan tertawa

Saya akan menceritakan semua hal yang pernah saya rasakan. Intinya saya akan menceritakan kehidupan saya dalam hal bagaimana caranya saya merasa bebas keluar hutan belantara tanpa masuk kedalamnya, dapat berenang dengan gembira di lautan luas tanpa tenggelam didalamnya, dapat melihat dunia tanpa harus belajar mengepakkan sayap, mensyukuri anugerah ini agar bahagia, dan mengejar seluruh mimpi agar tidur lamaku tak terasa lamanya.

Hidup Itu Anugerah

Ini bukan sembarang cerita, ini merupakan cerita tentang hal yang paling indah di dunia ini. Apa kalian tau ?? Anugerah seperti apa yang paling indah, yang paling berkesan dan tak terlupakan ?? Bagi diri kita sendiri, maupun orang lain.

Yang kita butuhkan hanya 1 dari banyak Anugerah Tuhan, yaitu Hidup ini. Di dalam hidup ini kita tak perlu pergi ke hutan belantara, untuk tersesat. Karena masalah sudah membuat kita tersesat dan lupa akan hal lainnya. Tak perlu pergi ke lautan luas, untuk tenggelam. Karena kesedihan telah membuat kita tenggelam begitu dalam. Tak perlu terbang tinggi, untuk melihat indahnya dunia. Karena jika kita membuka mata dengan lebar, maka apa yang ada disekitar kita akan terasa seperti kita menikmati indahnya dunia kita sendiri. Tak perlu mendapat sesuatu yang kita inginkan, untuk bahagia. Karena dengan hal sederhana, kita bisa menciptakan kebahagiaan kita sendiri. Dan tak perlu banyak mimpi indah, untuk menemani tidur kita untuk yang selamanya. Karena bila sudah waktunya kita menutup mata sebanyak apapun mimpi kita, kita tak akan pernah kembali dan hanya itu yang tersisa untuk menemani waktu yang tak terbatas setelahnya.